Artinya, tindakan tersebut tidak ditujukan untuk mengganggu testis dalam menghasilkan hormon testosteron.
Testosteron sendiri merupakan hormon yang berperan dalam berbagai fungsi tubuh pria, termasuk perkembangan karakteristik seksual dan dorongan seksual. Karena produksi hormon tersebut tetap berlangsung setelah vasektomi, gairah seksual pada dasarnya tidak hilang akibat prosedur ini.
Mayo Clinic juga menyebut vasektomi tidak memengaruhi 'sex drive', ereksi, maupun maskulinitas. Bahkan, sebagian pria melaporkan kepuasan seksual yang lebih baik setelah menjalani vasektomi.
Vasektomi juga tidak membuat pria kehilangan kemampuan untuk ereksi atau ejakulasi.
NICHD menjelaskan bahwa pria tetap dapat mengalami ereksi dan mengeluarkan semen setelah vasektomi. Perbedaannya terletak pada kandungan sperma di dalam semen karena sperma tidak lagi dapat melewati vas deferens setelah prosedur berhasil.