Vasektomi hanya berfungsi sebagai metode kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Prosedur ini tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual (IMS), termasuk HIV.
Karena itu, kondom tetap diperlukan apabila seseorang membutuhkan perlindungan terhadap penularan IMS.
Jadi, secara medis keputusan menjalani vasektomi tidak berarti Krisjiana harus kehilangan gairah seksual. Prosedur tersebut bekerja pada saluran sperma, bukan pada hormon testosteron atau kemampuan seksual pria. Namun, setiap tindakan medis tetap memiliki risiko dan membutuhkan konsultasi dengan dokter sebelum dilakukan.