Dalam penelitian tersebut, sampel diambil dari empat jenis lokasi, yakni toilet umum, pusat kesehatan masyarakat, rumah sakit obstetri dan ginekologi, serta rumah sakit umum.
Berdasarkan jenis permukaan, temuan positif HPV paling tinggi terdapat pada kloset jongkok, yakni 53,33 persen dari 120 sampel. Sementara itu, 14,17 persen sampel wastafel dan 5 persen sampel pegangan pintu dinyatakan positif HPV.
Pada lokasi tertentu, angka temuan bahkan lebih tinggi. Sebanyak 73,33 persen sampel kloset jongkok di rumah sakit umum dan rumah sakit obstetri dan ginekologi terdeteksi positif. Sementara itu, temuan HPV pada wastafel di rumah sakit umum mencapai 40 persen.
Angka tersebut merupakan hasil pemeriksaan sampel dalam penelitian, bukan persentase kemungkinan seseorang tertular HPV setelah menggunakan fasilitas tersebut.
Keberadaan materi genetik virus pada suatu permukaan juga tidak otomatis membuktikan bahwa virus masih mampu menginfeksi atau bahwa penularan benar-benar terjadi melalui kontak dengan permukaan tersebut. Karena itu, risiko penularan melalui fasilitas umum masih memerlukan kajian lebih lanjut.