“Yang pertama adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ini bisa terjadi karena gangguan pengaturan tekanan darah pada anak di ginjal dan juga kondisi kelebihan cairan yang terjadi secara kronik,” kata dr Reza.
Hipertensi yang tidak terkontrol juga dapat memperburuk kondisi kesehatan anak dan meningkatkan risiko komplikasi pada organ lain, termasuk jantung.
2. Anemia
Anemia juga kerap dialami anak dengan penyakit ginjal kronik. Salah satu penyebabnya adalah penurunan produksi hormon eritropoietin, yang berperan merangsang pembentukan sel darah merah.
Ketika fungsi ginjal menurun, produksi hormon tersebut dapat berkurang sehingga pembentukan sel darah merah terganggu. Namun, anemia pada pasien penyakit ginjal kronik juga dapat disebabkan oleh faktor lain.
“Yang kedua adalah anemia. Ini banyak mekanismenya. Salah satunya adalah pada anak dengan penyakit ginjal kronik itu kurangnya produksi hormon eritropoietin yang berfungsi untuk pembentukan sel darah merah ya, tapi tentunya ada penyebab-penyebab lainnya,” ujarnya.