Waspada Epidermolysis Bullosa, Kelainan Kulit Langka yang Melepuh dan Kering

Vien Dimyati
Mengenal Epidermolysis Bullosa (Foto: Almirall)

Perlu diketahui, sebagian besar pasien EB memiliki permasalahan gizi/nutrisi, yang sangat berperan penting dalam keberhasilan penyembuhan luka. Penyakit ini memerlukan penanganan secara komprehensif dari ahli gizi, termasuk juga tatalaksana bedah dan fisioterapi yang diperlukan setelah penyembuhan akibat  kelainan bentuk organ tubuh yang akan menyebabkan terjadi gangguan gerak.

Dokter Niken Trisnowati mengatakan, kelainan klinis lain yang dapat terjadi pada pasien EB adalah penyempitan di saluran cerna dan nafas, kurang darah, gangguan tumbuh kembang dan kanker kulit. 

Adapun jenis epidermolysis bullosa adalah EB simpleks, EB junctional, EB distrofik dan sindroma Kindler.

"Penyembuhan EB bersifat suportif, dengan tujuan pengobatan luka, pencegahan terjadinya trauma mekanik, pencegahan infeksi dan mengatasi komplikasi yang terjadi," kata dr Niken.

Sementara itu, dr. Inne Arline Diana, mengatakan, prinsip perawatan luka yaitu dengan melakukan penilaian luas luka, jenis luka akut dan kronis, kedalaman luka, banyaknya cairan atau tidak. 

Editor : Vien Dimyati
Artikel Terkait
4 hari lalu

Botox Tak Hanya Hilangkan Kerutan, Dokter Ungkap Bisa Bentuk Proporsi Wajah Juga

12 hari lalu

Apa Itu Cera-Care Biome Technology yang Diklaim Menjaga Skin Barrier Bayi?

2 bulan lalu

Terapi Stem Cell Bantu Peremajaan hingga Pemulihan Cedera? Ini Kata Dokter

2 bulan lalu

Collagen Stimulator Jadi Tren Baru Dunia Estetika, Apa Itu?

2 bulan lalu

Jus Labu Bantu Pemulihan setelah Oplas Lebih Cepat, Mitos atau Fakta?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal