Program ini diharapkan mampu menemukan kasus TB lebih cepat sehingga pengobatan bisa segera dilakukan. Dengan demikian, risiko penularan ke orang lain dapat ditekan secara signifikan.
Selain deteksi dini, pemerintah juga memperkuat strategi pelacakan kontak erat pasien TB. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan orang yang berpotensi terpapar bisa segera diperiksa.
Pemerintah juga memperluas pemberian terapi pencegahan TB bagi kelompok yang memiliki risiko tinggi. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan kemungkinan berkembangnya penyakit pada orang yang telah terpapar bakteri TB.
Di sisi lain, peran masyarakat dan kader kesehatan turut diperkuat dalam upaya penanggulangan TB. Keterlibatan komunitas dinilai penting karena mereka berada di garis depan dalam mendeteksi serta mendampingi pasien selama masa pengobatan.
Benjamin menekankan tidak ada lagi ruang untuk menunda penanganan TB. Menurutnya, setiap kasus yang berhasil ditemukan dan diobati berarti menyelamatkan nyawa masyarakat.
“Tidak ada waktu untuk menunda. Setiap kasus yang ditemukan dan diobati adalah langkah menyelamatkan nyawa,” ujarnya.