JAKARTA, iNews.id - Tradisi mudik Lebaran yang melibatkan mobilitas jutaan orang setiap tahunnya ternyata menyimpan risiko kesehatan serius, salah satunya potensi stroke ringan yang kerap luput dari perhatian.
Epidemiolog Griffith University Australia dr Dicky Budiman mengingatkan bahwa momen mudik merupakan 'perfect storm' dari berbagai faktor risiko kesehatan, jika tidak diantisipasi dengan baik.
Menurutnya, lonjakan mobilitas, kepadatan ekstrem di transportasi dan rest area, serta perubahan pola hidup selama perjalanan menciptakan kondisi ideal bagi meningkatnya berbagai gangguan kesehatan, termasuk kejadian kardiovaskular tersembunyi.
"Yang sering luput adalah silent cardiovascular event, seperti serangan jantung ringan atau stroke ringan. Gejalanya sering dianggap sepele, sehingga tidak ditangani cepat," ujarnya saat dihubungi iNews.id, Kamis (19/3/2026).
Dokter Dicky menjelaskan, risiko stroke ringan selama mudik meningkat akibat kombinasi beberapa faktor yang terjadi bersamaan, seperti:
- Dehidrasi akibat kurang minum selama perjalanan
- Kurang tidur karena perjalanan panjang
- Stres fisik dan mental
- Konsumsi makanan tinggi garam dan lemak
- Terlambat atau terlewat minum obat bagi penderita penyakit kronis
Kondisi tersebut dapat memicu gangguan aliran darah ke otak, yang menjadi penyebab utama stroke, meskipun dalam bentuk ringan.