Dalam unggahannya, dia menyebut Bocelli sebagai pendukung Israel dan menyoroti penampilan sang penyanyi dalam acara FIDF pada 2010 serta konsernya di Tel Aviv pada 2022.
Tere Liye juga mengkritik pandangan bahwa musik seharusnya dipisahkan dari politik. Menurut dia, keterlibatan seorang musisi dalam acara yang berkaitan dengan militer Israel perlu menjadi bahan pertimbangan publik sebelum memutuskan menghadiri konsernya.
Dia turut membandingkan respons sejumlah musisi terhadap konflik di berbagai negara dan mempertanyakan sikap mereka terhadap penderitaan warga Palestina.
Meski demikian, pernyataan Tere Liye merupakan pandangan dan penilaian pribadi. Istilah seperti 'pendukung Israel kelas berat' yang digunakannya tidak dapat diperlakukan sebagai kesimpulan faktual tanpa memperhatikan bukti dan konteks yang mendasarinya.
Di tengah polemik tersebut, laman resmi Andrea Bocelli masih mencantumkan dua jadwal penampilan di Indonesia.