JAKARTA, iNews.id - Musisi Baskara Putra mengaku tidak keberatan karya-karyanya kerap digunakan sebagai musik latar video dokumentasi aksi demonstrasi maupun narasi perlawanan di media sosial. Vokalis .Feast sekaligus penyanyi solo Hindia itu justru merasa penggunaan lagunya dalam aksi massa menunjukkan kesamaan semangat dengan pendengarnya.
Baskara menilai, ketika musik digunakan untuk menyuarakan pesan sejalan dengan isi lagu, hal tersebut menjadi bukti ada kesamaan rasa antara dirinya dan masyarakat.
"Di saat musik itu digunakan untuk menyuarakan hal yang sama dengan apa isi musiknya, semangatnya sama, saya rasa saya menemukan common ground dengan pendengar atau pengguna lagu-lagu tersebut," ujar Baskara saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Pelantun lagu 'Secukupnya' itu bahkan menganggap penggunaan musiknya untuk mengiringi aksi demonstrasi sebagai sesuatu yang wajar. Menurutnya, justru akan terasa aneh jika karya-karyanya digunakan untuk kepentingan yang bertolak belakang dengan pesan dalam lirik lagu.
"Yang aneh itu sebenarnya kalau dipakai untuk kebutuhan yang sebaliknya. Dan sebenarnya sering (tertawa). Cuma itu cerita untuk lain waktu," katanya.