Baskara juga berpandangan musik dan seni tidak bisa dipisahkan dari dinamika sosial politik. Menurut dia, setiap karya seni memiliki keterkaitan dengan kondisi masyarakat dan situasi yang berkembang di sekitarnya.
"Kalau buat saya pribadi seni itu selalu inheren dengan politik dan sebaliknya gitu. Kayak akan sangat sulit untuk memisahkan kesenian dengan sosial politik, karena jelas sekarang bersikap atau menjadi politis itu bukan cuma... kan bersuara saja itu merupakan sebuah sikap politik menurut saya," ujarnya.
Dia menegaskan, sikap yang ditunjukkan bersama sejumlah musisi lain di atas panggung belakangan ini bukan semata-mata ekspresi sebagai seniman. Hal tersebut juga menjadi bentuk keresahan sebagai warga negara yang merasakan dampak kebijakan pemerintah.
Baskara mempertanyakan bagaimana masyarakat bisa membicarakan cinta dan kehidupan jika ruang publik terus tergerus dan kebijakan yang ada dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.
"Gimana kita bisa ngomongin cinta kalau misalnya ruang publik aja nggak ada dan selalu direbut, dan kebijakan tidak berpihak kepada kita semua. Sebelum menjadi seniman atau musisi, kami orang Indonesia," katanya.