Tidak sekadar menawarkan warna musik berbeda, lagu terbaru The Virgin juga membawa pesan sosial di balik liriknya. Pada bagian awal, lagu tersebut dibuat seolah-olah menggambarkan sindiran terhadap orang yang tidak menyukai musik dangdut.
Namun, ketika didengarkan hingga bagian akhir, pesan yang ingin disampaikan justru berbalik. Lagu tersebut menegaskan dangdut sebagai musik asli Indonesia yang menyenangkan dan dekat dengan masyarakat.
Liriknya juga menyentil orang-orang yang merasa gengsi menikmati musik dangdut. Padahal, di balik sikap tersebut, mereka tetap menikmati alunan dangdut ketika mendengarkannya.
Eksperimen genre itu turut membawa perubahan pada konsep visual The Virgin. Untuk video klip, Dara dan Mita tampil dengan gaya busana yang lebih kaya warna dan mencolok dibandingkan penampilan mereka sebelumnya.
Perubahan tersebut sengaja dilakukan untuk memperkuat kesan transisi musik The Virgin sekaligus memberikan nuansa yang lebih segar. Meski sempat memunculkan pro dan kontra di kalangan netizen, mereka menganggap respons tersebut sebagai bagian dari dinamika dalam menghadirkan karya seni.
Bagi The Virgin, keberanian menabrak batas genre merupakan bentuk kebebasan dalam berkarya. Mereka pun menyerahkan penilaian terhadap karya terbaru tersebut kepada para pendengar sesuai dengan selera masing-masing.
Cerita mengenai proses kreatif, perjalanan 17 tahun The Virgin, hingga eksperimen rock-dut mereka dibahas lebih lengkap dalam program Bongkar oleh Azia Riza di kanal YouTube @aziarizza.