Wahyu menambahkan, penciptaan lagu tersebut merupakan bentuk pembinaan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas warga binaan selama menjalani masa pidana.
“Kami memberikan ruang bagi warga binaan untuk tetap berkarya. Lagu Sabar-Sabar Ade dibuat selama mereka menjalani pembinaan dengan memanfaatkan studio musik,” katanya.
Sementara itu, Zul Zivilia mengaku bersyukur masih bisa menghasilkan karya di tengah masa penahanan dan jadwal pembinaan yang padat.
“Selama berada di dalam lapas, jadwal saya sangat sibuk mengikuti berbagai pembinaan. Namun, saya bangga karena kesibukan tersebut berbuah karya lagu yang tetap menghidupkan industri kreatif,” ujarnya.
Zul menyebut perilisan lagu ini juga menjadi upaya untuk menjaga eksistensinya di dunia musik.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Kalapas dan jajaran yang telah memberikan saya ruang untuk terus berkarya hingga saat ini sebagai bagian dari program pembinaan yang saya ikuti,” ujarnya.
Seperti diketahui, Zul Zivilia masuk penjara akibat kasus narkoba. Sementara Putro Ajeng terjerat Makelar Kasus (Markus) oplosan Pertalite dijual harga Pertamax.