5. Membaca takbir
لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَاللهُ اَكْبَر ,اللهُ اَكْبَر وَللهِ الحَمْدُ
Laailaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar walillahilhamdu
Artinya, “Allah maha besar, Allah maha besar, Allah maha besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Mahabesar dan segalapuji hanya bagi Allah”.
Gerhana Bulan diawali dengan fase awal penumbra yang terjadi pada pukul 13.00.20 WIB/ 14.0020 WITA/15.00.20 WIT. Seluruh Indonesia tidak bisa menyaksikan fase awal penumbra dikarenakan Bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.
Fase gerhana Bulan selanjutnya adalah awal sebagian yang terjadi pada pukul 14.18.21 WIB/16.18.21 WIT. Seluruh Indonesia tidak dapat menyaksikan fase awal sebagaian karena Bulan masih di bawah ufuk dan belum terbit.
Puncak gerhana sebagian terjadi pada pukul 16.02.53 WIB/17.02.53 WITA/18.02.53 WIT. Wilayah yang dapat menyaksikan fase puncak gerhana Bulan antara lain Provinsi Papua Barat (kecuali Kabupaten Kepulauan Raja Ampat), Provinsi Papua Sebagian Provinsi Maluku (Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara/Kepulauan Kei, Kepulauan Aru).
Sementara itu, fase puncak Gerhana dapat diamati dari arah Timur-Timur laut dekat gugus Pleaiden konstelasi Taurus. Di sisi lain, wilayah yang dapat menyaksikan fase akhir mencakup Pulau Papua Kepulauan Maluku Sulawesi Kalimantan Nusa Tenggara Pulau madura Bali dan Jawa (kecuali Provinsi Banten, Provinsi DKI Jakarta, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor.
Selain itu, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat), sebagian Provinsi Kepulauan Riau (Kepulauan natuna, dan Kepulauan Anambas) Provinsi Bangka Belitung (kecuali Kabupaten Bangka Barat).
Kemudian, fase akhir sebagian dapat diamati dari arah Timur-Timur Laut sekaligus gugus Pleiades konstelasi Taurus pada pukul 19.05.28 WIB/20.05.28 WITA/21.05.28 WIT. Selain itu, fase puncak Gerhana dapat diamati dari arah Timur-Timur laut dekat gugus Pleaiden konstelasi Taurus.