Qahwah (kopi) : - 'qaf' adalah quut (makanan), - 'ha' adalah hudaa (petunjuk), - 'wawu' adalah wud (cinta), - dan 'ha' adalah hiyam (pengusir kantuk).
" Janganlah kau mencelaku karena aku minum kopi, sebab kopi adalah minuman para junjungan yang mulia."
Syeikh Abu Bakr bin Abdulloh al-Aydrus berkata tentang kopi yang digemarinya:
"Wahai qahwatul bunn (kopi)!
Huruf 'qaf' di awalmu adalah quds (kesucian), huruf kedua 'ha' adalah hudaa (petunjuk), dan
huruf ketigamu adalah 'wawu'. Huruf keempatmu adalah 'ha', berikutnya 'alif' adalah ulfah (keakraban),
'lam' sesudahnya adalah lutfh (belas kasih dari Alloh). 'Ba' adalah basth (kelapangan), dan
'nun' adalah nur (cahaya). Oh, kopi, kau laksana purnama yang menerangi cakrawala."
Disebutkan dalam kitab Al-Linas bahwa huruf 'ba' dan 'nun' pada kata bunn (kopi), masing-masing berarti bidayah (permulaan) dan nihayah (akhir/puncak), yakni mengantarkan seseorang dari awal langkah hingga akhir/sampai sukses.
Imam Ibnu Hajar Al Haitami, ulama besar ahli fikih dan tasawuf menulis tentang kopi sebagai berikut:
ثم اعلم ايها القلب المكروب أن هذه القهوه قد جعلها اهل الصفاء مجلبة
للأسرار مذهبة للأكدار وقد اختلف في حلها اولا وحاصل ما رجحه ابن حجر في
شرح العباب بعد ان ذكر أنها حدثت في اول قرن العاشر . ان للوسائل حكم
المقاصد ،فمهما طبخت للخير كانت منه وبالعكس فافهم الأصل
"Lalu ketahuilah duhai hati yang gelisah bahwa kopi ini telah
dijadikan oleh Ahli shofwah (orang orang yg bersih hatinya) sebagai
pengundang akan datangnya cahaya dan rahasia tuhan, penghapus
kesusahan. sementara para ulama berbeda pendapat akan kehalalannya al
hasil yang di unggulkan oleh Ibnu Hajar dalam kitab Syarhul Ubab
setelah penjelasan bahwa asal usul kopi di awal Abad Sepuluh hijriyah
memandang dari Qoidah 'bagi perantara menjadi hukum tujuannya' selama
Kopi ini dimasak untuk Kebaikan maka mendapat kebaikannya begitu juga
sebaliknya maka fahami asalnya."
Wallahu A'lam.