Contoh hukum bacaan Mad Ashli atau Thobi'i terdapat dalam Surat Al Ghasyiah:
1. وُجُوْهٌ يَّوْمَىِٕذٍ خَاشِعَةٌۙ (Terdapat wawu sukun setelah dhomah)
Latin: Wujuuhuyyaumaidzin khoosyi'ah.
2. لَّا يُسْمِنُ (terdapat alif sukun setelah fathah)
3. فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌۘ (Terdapat ya sukun setelah kasroh).
Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid
Hukum bacaan mad penting diketahui Muslim dalam membaca Alquran. Sebab, membaca Alquran pun tidak boleh sembarangan karena harus benar dan tartil.
Salah satu upaya agar bisa membaca Alquran dengan baik dan tartil yakni belajar ilmu tajwid yakni ilmu yang mempelajari tentang cara pengucapan dan pelafalan Alquran.
Dikutip dari buku Al-Qur'an Hadis terbitan Kemenag untuk MTs Kelas VII, Tajwid menurut bahasa berasal dari jawwada, yujawwidu atau tajwidan (membaguskan atau membuat bagus).
Ilmu tajwid ialah ilmu yang mempelajari bagaimana cara membaca dengan baik. Ilmu ini ditujukan dalam pembacaan Alquran, meskipun pengucapan huruf-huruf hijaiyah (alfabet Arab dari alif sampai ya) di luar al-Qur'an juga harus dilakukan karena pengucapan yang tidak tepat akan menghasilkan arti yang lain.
Hukum mempelajari Ilmu Tajwid adalah fardhu kifayah, bila sebagian orang dari suatu kaum telah mempelajarinya maka gugur kewajiban atas lainnya.