JAKARTA, iNews.id - Ada waktu terbaik untuk belajar menurut Islam yang perlu diketahui oleh seorang Muslim. Menuntut ilmu adalah suatu kewajiban bagi seluruh umat Islam, baik itu ilmu agama maupun pengetahuan umum.
Dengan berusaha untuk memperoleh pengetahuan, kita dapat menghindari ketidaktahuan dan mendapatkan banyak keuntungan dan keberkahan dalam kehidupan.
Agar memperoleh hasil yang optimal dalam menuntut ilmu, terdapat beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Hal-hal tersebut meliputi pemilihan guru yang tepat, penggunaan metode belajar yang efektif, menentukan waktu belajar secara efisien, dan sejumlah hal lainnya.
Mengutip dari laman Muslim, berikut adalah sebagian dari wasiat ulama salaf berkenaan dengan masalah ini.
Al Khathib Al Baghdadi berkata,
فأجود الأوقات: الأسحار، ثم بعدها وقت انتصاف النهار، وبعدها الغدوات دون العشيات. وحفظ الليل أصلح من حفظ النهار، وأوقات الجوع أحمد للتحفظ من أوقات الشبع
“waktu yang paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur, di tengah hari, kemudian di pagi hari. Menghafal di waktu malam lebih baik dari waktu siang. Dan waktu lapar lebih baik dari waktu kenyang” (Al Faqih wal Mutafaqqih, 2/103).
Imam Ibnu Jama’ah berkata,
أن يقسم أوقات ليله ونهار ويغتنم ما بقي من عمره فإن بقية العمر لا قيمة له. وأجود الأوقات للحفظ الأسحار وللبحث الإبكار وللكتاب وسط النهار وللمطالعة والمذاكرة الليل
“(termasuk ada seorang penuntut ilmu) adalah membagi waktu malam dan siangnya, dan memanfaatkan sis umurnya. Karena sisa umur tidak ternilai harganya baginya. Waktu yang paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur, waktu pagi untuk penelitian, tengah hari untuk menulis, dan malam untuk menelaah serta mudzakarah (mengulang)” (Tadzkiratus Sami’ wal Mutakallimin).
Ibnul Jauzi berkata,
وللحفظ أوقات من العمر، فأفضلها الصبا، وما يقاربه من أوقات الزمان، وأفضلها عادة الأسحار، وأنصاف النهار، والغدوات خير من العشيات، وأوقات الجوع خير من أوقات الشبع
“dalam menghafal ada waktu-waktunya, yang paling baik adalah ketika masih kecil, atau yang masih mendekati itu lebih baik dari rentang usia yang lain. Dan yang paling baik adalah ketika waktu sahur dan tengah hari. dan waktu-waktu pagi hingga siang, lebih baik dari siang hingga sore. waktu lapar lebih baik dari waktu kenyang” (Shaidul Khathir, 580).