Definisi Nabi dan Rasul
Dalam bahasa Arab, kata "Nabi" berasal dari kata "naba", yang berarti menceritakan suatu berita, sedangkan mereka juga diberitahu beritanya melalui wahyu.
Sedangkan kata "Rasul" secara bahasa berasal dari kata "irsal", yang artinya membimbing atau memberi arahan. Secara definisi syar'i yang dikenal luas, Nabi adalah seseorang yang menerima wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikannya, sedangkan Rasul adalah seseorang yang menerima wahyu dalam bentuk syariat dan diperintahkan untuk menyampaikannya (Definisi ini digunakan oleh Syaikh Ibn Abdul Wahhab dalam Ushulutsalatsah dan Kasyfu Syubhat, serta oleh Syaikh Muhammad ibn Sholeh Al Utsaimin).
Namun, beberapa ulama menganggap bahwa definisi ini memiliki kelemahan, karena setiap wahyu yang Allah turunkan ke bumi adalah untuk disampaikan, dan jika seorang Nabi tidak menyampaikan wahyu tersebut, itu termasuk menyembunyikan wahyu Allah.
Kelemahan lain dari definisi ini ditunjukkan dalam hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yang menyatakan bahwa Nabi juga menyampaikan wahyu kepada umatnya.
Beberapa ulama menyatakan bahwa ketika seorang Nabi tidak diperintahkan untuk menyampaikan wahyu, itu bukan berarti Nabi tidak diizinkan untuk menyampaikan wahyu. Perbedaan yang lebih jelas antara Nabi dan Rasul adalah bahwa seorang Rasul menerima syariat baru, sedangkan seorang Nabi diutus untuk mempertahankan syariat yang telah ada sebelumnya.