Pengiriman para rasul adalah nikmat Allah bagi hamba-hamba-Nya. Karena kebutuhan hamba terhadap para rasul sangat mendesak dan primer. Seorang hamba tidak mungkin dapat mengatur keadaan dan menjalankan agama tanpa bantuan mereka.
Kebutuhan hamba terhadap para rasul melebihi kebutuhan mereka terhadap makanan dan minuman. Allah Ta'ala menjadikan para rasul sebagai perantara antara-Nya dan hamba-hamba-Nya dalam mengenal Allah, mengetahui hal-hal yang bermanfaat atau membahayakan, memahami rincian syariat berupa perintah, larangan, dan hal-hal yang diizinkan, serta menjelaskan apa yang dicintai dan dibenci oleh Allah.
Tidak ada cara lain untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang ini kecuali melalui para rasul, karena akal manusia tidak dapat mencapai tingkat detail dalam perkara ini, namun kebutuhan mendesak ini diketahui secara umum.
كَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِينَ وَمُنْذِرِينَ وَأَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيه
Allah Ta'ala berfirman, "Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah terjadi perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara manusia dalam hal-hal yang mereka perselisihkan." (Al-Baqarah: 213).
Kebutuhan hamba terhadap wahyu lebih besar daripada kebutuhan pasien terhadap dokternya.
Kehadiran dokter sangat penting bagi keselamatan tubuh, tetapi ketiadaan wahyu dapat membahayakan hati. Kehidupan di dunia ini akan terus berlanjut selama pengaruh wahyu masih ada. Namun, jika pengaruh wahyu ini hilang dari dunia, maka hari kiamat akan terjadi.
Demikianlah penjelasan mengapa kita harus beriman kepada nabi dan rasul. Semoga dengan membaca tulisan di atas bisa menambah keimanan.