Niat berbuka Puasa Senin Kamis (Foto:GaraktaStudio/Elements
Rilo Pambudi

JAKARTA, iNews.id - Niat berbuka Puasa Senin Kamis perlu diketahui oleh setiap Muslim. Puasa Senin kamis merupakan ibadah ibadah sunnah yang dianjurkan dalam Islam.

Menjalankan Puasa Senin Kami mempunyai banyak manfaat dan keutamaan. Seperti namanya, puasa sunnah ini dilakukan pada hari Senin dan Kamis.

Secara teknis pelaksanaan, Puasa Senin Kamis dilakukan sama seperti puasa pada umumnya di dalam Islam. Yang membedakan adalah doa atau niatnya. 

Waktu niat Puasa Senin Kamis dilakukan pada malam hari, atau sejak terbenamnya matahari hingga fajar. Sementara bacaan doa berbukanya sama dengan puasa pada umumnya. Sebelum masuk pada doa berbuka, berikut ini adalah bacaan niat Puasa Senin Kamis.

1. Niat Puasa Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ اْلاِثْنَيْنِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu sauma yaumal itsnaini sunnatan lillahi ta'ala

Artinya: Saya niat puasa hari Senin, sunnah karena Allah ta’ala

2. Niat Puasa Hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ الْخَمِيْسِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu sauma yaumal khomiisi sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: Saya niat puasa hari Kamis, sunnah karena Allah ta’ala. 

Karena puasa Senin Kamis adalah puasa sunnah, sering terjadi seseorang lupa membaca niat pada malam hari. Untuk itu, diperbolehkan niat pada siang harinya, yakni dari pagi hari sampai sebelum tergelincirnya matahari (waktu dzuhur). Dengan catatan, selagi belum melakukan hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Berikut adalah doa niat Puasa Senin Kamis yang dibaca ketika siang hari:

3. Puasa Hari Senin

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الِاثْنَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil itsnaini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Senin ini karena Allah ta’ala.”

4. Puasa Hari Kamis

نَوَيْتُ صَوْمَ هٰذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ الخَمِيْسِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati yaumil khamîsi lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah hari Kamis ini karena Allah ta’ala.”

Niat Berbuka Puasa Senin Kamis Menurut Hadits Shahih

Doa atau niat berbuka Puasa Senin Kamis dibaca sebelum membatalkan puasa, ketika adzan magrib berkumandang. Bacaan doa buka puasa ini sama dengan puasa Ramadhan atau puasa yang lainnya dalam Islam.

Doa ini telah dibaca oleh mayoritas umat Islam, sehingga sudah banyak yang familier dan hafal bacaannya. Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 109).

Berikut ini adalah doa berbuka puasa:

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa ala rizqika aftartu. Birahmatika yaa arhamar roohimiin.

Artinya: Ya Allah karenaMu aku berpuasa, denganMu aku beriman, kepadaMu aku berserah, dan dengan rezekiMu aku berbuka (puasa), dengan rahmat Mu, wahai Allah Tuhan Maha Pengasih.

Doa buka puasa yang lain didasarkan hadits shahih riwayat Abu Dawud, yang berbunyi sebagai berikut:

حدثنا عبد الله بن محمد بن يحيى أبو محمد حدثنا علي بن الحسن أخبرني الحسين بن واقد حدثنا مروان يعني ابن سالم المقفع قال رأيت ابن عمر يقبض على لحيته فيقطع ما زاد على الكف وقال كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا أفطر قال ذهب الظمأ وابتلت العروق وثبت الأجر إن شاء الله 

"Kami mendapat riwayat dari Abdullah bin Muhammad bin Yahya, yaitu Abu Muhammad, kami mendapat riwayat dari Ali bin Hasan, kami mendapat riwayat dari Husain bin Waqid, kami mendapat riwayat dari Marwan, yaitu Bin Salim Al-Muqaffa‘, ia berkata bahwa aku melihat Ibnu Umar menggenggam jenggotnya, lalu memangkas sisanya. Ia berkata, Rasulullah bila berbuka puasa membaca, ‘Dzahabazh zhoma'u wabtallatil ‘urûqu wa tsabatal ajru, insyâ Allah’," (HR Abu Dawud)

Sementara doa berbuka puasa “Allâhumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika aftartu” bersumber dari riwayat Imam Bukhari dan Muslim sebagai keterangan Syekh M Khatib As-Syarbini berikut ini: 

وأن يقول عقب فطره اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت لانه صلى الله عليه وسلم كان يقول ذلك رواه الشيخان 

"(Mereka yang berpuasa) dianjurkan setelah berbuka membaca, ‘Allâhumma laka shumtu, wa ‘alâ rizqika afthartu.’ Pasalnya, Rasulullah SAW mengucapkan doa ini yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim," (Lihat Syekh M Khatib As-Syarbini, Al-Iqna pada Hamisy Bujairimi alal Khatib, [Beirut, Darul Fikr: 2006 M/1426-1427 H], juz II, halaman 385).

Dari keterangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa hadits shahih terkait doa berpuasa. Doa buka puasa tersebut bisa dibaca saat sebelum mengakhiri puasa termasuk Puasa Senin Kamis.


Editor : Komaruddin Bagja

BERITA TERKAIT