Pidato Gus Yahya di IRF Summit Banjir Pujian, Peran NU Dibutuhkan Dunia

Koran SINDO
Abdul Hakim
Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan pidato bersama para pemimpin komunitas W. Deen Mohammed dan WEA, di Washington DC, AS Selasa (13/7/2021) waktu setempat. (Foto: ist)

Untuk memperjelas atas solusi yang dia tawarkan tersebut, Katib Aam PBNU mencontohkan strategi NU yang menyatakan bahwa kategori kafir tidak memiliki relevansi hukum dalam konteks negara bangsa modern. Hal ini sangat beralasan sebab setiap warga negara sejatinya harus setara di depan hukum. Sikap NU tersebut merupakan hasil Munas Alim Ulama di Kota Banjar pada 2019 lalu. 

“Dengan pendekatan ini maka adanya perbedaan-perbedaan keyakinan mengenai nilai-nilai yang tersisa harus disikapi dengan toleran,” kata mantan anggota Wantimpres ini.

Pandangan dan tawaran solusi perdamaian global yang disampaikan Gus Yahya tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta IRF. Hadirin pun bertepuk tangan berulang kali sepanjang pidato itu. 

Ambassador Sam Brownback dalam sambutannya sebagai pemrakarsa dan penanggung jawab KTT tersebut bahkan secara khusus memuji langkah-langkah bersejarah yang telah diambil oleh NU. “Dunia sungguh membutuhkan peran Nahdlatul Ulama demi masa depan peradaban yang lebih harmonis,” katanya. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jakarta Naik ke Peringkat 53 Kota Global, Pramono: Ungguli Washington DC dan Abu Dhabi

57 tahun lalu

Geger! Tulisan Raksasa Misterius "8647" Muncul di National Mall Washington DC, Apa Artinya?

57 tahun lalu

PBNU: Iduladha Ajarkan Keteguhan Iman dan Kesiapan Berkorban

57 tahun lalu

Presiden Prabowo Hadiri KTT Perdana Board of Peace di Washington DC

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal