Puasa Tanggal Berapa? Simak Jadwal Muhammadiyah dan NU Ramadhan 2025 di Sini! 

Komaruddin Bagja
Puasa Tanggal Berapa? (Foto: Ilustrasi/Ist)

NU dan pemerintah menggunakan dua metode utama dalam menentukan awal bulan Hijriah: rukyah (pengamatan hilal) dan istikmal (menggenapkan bulan jika hilal tidak terlihat).

 Ketua Lembaga Falakiyah PWNU Jawa Tengah, H M Basthoni, menjelaskan,  Istikmal adalah menggenapkan bulan. “Jika pada tanggal 29 berhasil melihat, maka esoknya langsung tanggal 1. Namun, jika tanggal 29 tidak berhasil melihat, maka digenapkan menjadi 30,” ujar Basthoni.

Namun, Basthoni melanjutkan bahwa istikmal berulang kali dapat menyebabkan masalah di bulan berikutnya, yaitu potensi bulan dengan 28 hari, yang tidak sesuai dengan ajaran Nabi. Oleh karena itu, LBM membuat keputusan fiqhiyah dengan tiga kriteria hilal: istihalah rukyah (mustahil terlihat), imkanur rukyah (berpotensi terlihat), dan qath'iyur rukyah (pasti terlihat).

Istihalah rukyah berarti hilal berada di bawah kriteria, sehingga tidak mungkin terlihat, dan laporan penglihatan akan ditolak. Imkanur rukyah memerlukan verifikasi; jika hilal tampak, bulan baru dimulai, jika tidak, dilakukan istikmal. "Untuk Ramadhan besok itu memang sangat berpotensi ke arah itu, karena se-Indonesia itu tidak ada yang memenuhi kriteria Imkanur rukyah yang telah ditetapkan oleh NU, kecuali di daerah Aceh dan sekitarnya, kecil banget,” ujar Basthoni.

Qath'iyur rukyah berarti hilal pasti terlihat, dan meskipun mendung, bulan baru tetap dimulai. Namun, qath'iyur rukyah perlu dibatasi pada elongasi 9,9 derajat untuk menghindari potensi bulan dengan 28 hari. "Dengan anggapan bahwa saat itu adalah ketika cerah pasti akan terlihat, kalaupun mendung itu tetap berani masuk ke bulan berikutnya,” lanjut Basthoni.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Iran

1 bulan lalu

Godok RUU Pemilu, Komisi II DPR bakal Datangi NU hingga Muhammadiyah

2 bulan lalu

Golkar Ajak NU Perkuat Peran Jadi Penyeimbang: Nasihatnya Dibutuhkan Negara

2 bulan lalu

Prabowo Singgung Orang Indonesia Suka Bicara Manis-Manis di Depan: Kita Tak Perlu Pura-Pura

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal