Sejarah Tawaf di Baitullah dan Maknanya dalam Rukun Haji  serta Umrah

Ajeng Wirachmi
Ilustrasi tawaf haji 2023 (Freepik)

Menurut para ulama, tawaf adalah hal yang wajib dilakukan dan tidak dapat digantikan. Jika menilik sejarahnya, tawaf disebut sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS saat turun ke Bumi. Nabi Adam melakukan tawaf karena mendapat inspirasi dari ibadah para malaikat di Baitul Makmur di bawah Arsy.

Disebutkan bahwa 70.000 malaikat tawaf di Baitul Makmur. Setelah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mendirikan Kakbah, Allah menurunkan perintah agar Nabi Ibrahim menyeru manusia untuk melaksanakan ibadah haji ke Makkah.

Tata cara dalam beribadah haji diajarkan langsung oleh Malaikat Jibril, termasuk tawaf. Tawaf sesungguhnya merupakan miniatur kehidupan yang selalu berputar dari satu titik ke titik yang sama. Dalam tulisannya di Sindonews.com, Imam/Direktur Jamaica Muslim Center Imam Shamsi Ali mengatakan tawaf menggambarkan kehidupan manusia yang berasal dari satu titik, yakni Allah dan pada akhirnya akan kembali kepada Allah.

Kakbah dijadikan pusat perputaran tawaf, yang memiliki arti bahwa kemana saja pergerakan hidup manusia, Allah SWT harus sentiasa menjadi pusat perputaran hidup. Demikian sejarah tawaf dan maknanya, semoga bisa dipahami ya!

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
8 hari lalu

Kemenhaj Terbitkan Rencana Perjalanan Haji Tahun 2027, Berikut Jadwal Lengkapnya

8 hari lalu

345 Orang Pernah Gagal Haji, Menhaj Minta Jemaah Siapkan Kondisi Kesehatan Sejak Dini

13 hari lalu

Houthi Serang Riyadh, Wamenhaj Dahnil: Belum Ada Larangan Perjalanan ke Arab Saudi

14 hari lalu

Kasus Kuota Haji, Travel Setor 6.000 Dolar AS per Jemaah agar Berangkat Tanpa Antre

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal