Surat yasin ayat 39-40 tentang Garis Edar Matahari dan Bulan

Rilo Pambudi
Kandungan surat Yasin ayat 39-40 tentang garis edar matahari dan bulan (Foto: Istimewa)

Terhitung pada manazil ke-28, akan ada peristiwa terputusnya orbit, yang memunculkan hilal. Bulan akan meredup, menua, bagai tandan tua termakan masa (kal ‘urjunil qadim) hingga lenyap, lalu lahir kembali menunaikan tugasnya.

Perjalanan hidup manusia diibaratkan mirip seperti bulan. Manusia beranjak tumbuh sedikit-demi sedikit, dari bayi,  merangkak, berjalan, menjadi anak-anak, tumbuh remaja, hingga dewasa. Saat menua, kekuatan fisiknya akan menurun, keriput, membungkuk, lemah, lelap, dan menutup usia.

Matahari dan bulan adalah dua ciptaan Allah yang memiliki keistimewaan tersendiri. Menurut Qurthubi, keduanya tercipta dari api yang kemudian dibungkus oleh cahaya. Matahari dibungkus oleh cahaya ‘Ars, sedangkan bulan dibungkus dari cahaya Kursiy.

Quraish Shihab dalam tafsir Al-Misbah menambahkan bahwa kata yanbaghi (يَنْبَغِيْ) awalnya bermakna “meminta sesuatu lalu memperolehnya”, proses ini kemudian melahirkan makna baru, yaitu “dapat atau mampu”.

Sehingga konteks ayat ini bisa dimaknai dengan ketidakmampuan bulan dan matahari untuk saling mendahului. 

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bacaan Yasin dan Tahlil Lengkap: Tata Cara, Urutan dan Keutamaan di Malam Jumat

57 tahun lalu

Urutan Bacaan Yasin dan Tahlil Lengkap dengan Doa Arwah, Arab, Latin, dan Artinya

57 tahun lalu

Bacaan Surat Yasin Latin dan Tahlil, Lengkap Arab dan Artinya

57 tahun lalu

Bacaan Surat Yasin untuk Hajat Mendesak, Amalkan agar Cepat Terkabul

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal