Dilansir dari Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, tata cara sujud disampaikan oleh para ulama dalam kitab-kitab fikih. Sekurang-kurangnya sujud dilakukan dengan meletakkan dahi ke tempat sujud.
Sebagian ulama mengatakan bahwa sujud wajib dilakukan dengan anggota tubuh di lantai. Adapun anggota sujud yakni, dahi, dua telapak tangan, dua lutut dan dua tumit (ujung jari kedua kaki dipanjacatkan ). Sujud ini dilakukan dua kali dalam satu rakaat dan disunahkan membaca doa.
Ada sebagian pandangan yang menganjurkan bersujud berdasarkan sifat-sifat sujud Nabi saw yang bersumber dari berbagai hadis.
a. Menempelkan dahi dan hidung di lantai
b. Meletakkan kedua tangan di lantai sejajar dengan pundak dan telinga
c. Merapatkan jari-jari tangan dan menghadapkannya ke arah kiblat
d. Merapatkan kedua lengan dengan cara mempertemukan kedua siku dengan lambung dan perut. Khusus untuk perempuan, ada sebagian ulama yang menyunahkan untuk merapatkan kedua tangannya ke ketiak. Sedangkan untuk laki-laki, disunnahkan membentangkan keduanya sehingga jauh dari lambung.
e. Menempelkan kedua lutut di lantai
f. Merenggangkan betis dengan paha dan merenggangkan paha dengan perut.
Ada beberapa macam doa sujud dalam sholat yang bisa diamalkan sebagai berikut:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
Latin: Subhaana robbiyal a’laa. (Dibaca 3 kali)
Artinya: Maha Suci Rabb-ku yang Maha Tinggi
Bacaan Kedua yang lazim diamalkan:
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Latin: Subhaana robbiyal a’laa wa bihamdihi (Dibaca 3 kali)
Artinya: Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.