Teks Khutbah Jumat 23 Januari 2026 tentang Keutamaan Bulan Syaban

Kastolani Marzuki
Ilustrasi teks khutbah Jumat edisi 23 Januari 2026 tentang keutamaan Bulan Syaban. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Teks khutbah Jumat 23 Januari 2026 tentang keutamaan Bulan Syaban bisa menjadi referensi bagi khatib untuk disampaikan ke jemaah shalat Jumat. Bulan Syaban merupakan salah satu bulan untuk menanam pahala namun kerap dilalaikan. 

Syaban adalah bulan ke-8 yang diapit dua bulan istimewa yakni, Rajab dan Ramadhan. Syaban diambil dari kata Sya’bun, yang artinya kelompok atau golongan. Sya'ban berasal dari sya'abai qabailu, artinya kabilah-kabilan itu mulai berpencar untuk mengadakan serangan. 

Dinamakan Syaban karena pada bulan ini, masyarakat jahiliyah berpencar mencari air. Ada juga yang mengatakan, mereka berpencar menjadi beberapa kelompok untuk melakukan peperangan. 

Bulan Syaban merupakan pintu gerbang menuju bulan suci Ramadan. Karena itu, Muslim dianjurkan memperbanyak amalan ibadah di Bulan Syaban.

Mungkin itulah mengapa bulan ini dikatakan ‘sya’aban’, karena sya’ban yang berasal dari kata syi’ab bisa dimaknai sebagai jalan setapak menuju puncak.

Artinya bulan sya’ban adalah bulan persiapan yang disediakan oleh Allah swt kepada hambanya untuk menapaki dan menjelajahi keimanannya sebagai persiapan menghadapi puncak ‘bulan Ramadhan’.

Meniti perjalanan menuju puncak bukanlah hal yang mudah. Minimal memerlukan persiapan-persiapan yang terkadang sangat melelahkan dan menguras energy. Ingatlah pekerjaan mendaki gunung yang mengharuskan berbagai macam pelatihan. Berikut ini teks khutbah tentang keutamaan Bulan Syaban.

Teks Khutbah Jumat 23 Januari 2026 tentang Keutamaan Bulan Syaban

الْحَمْدُ ِللهِ…. الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلٰهَ إِلَّا الله  وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ. اَللّٰهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ عَضُّوْا عَلَى سُنَّتِهِ بِالنَّوَاجِذِ وَ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ
.أَمَّا بَعْدُ، فَيَاآيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ تَعَالَى فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ  وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Hadirin jama’ah Jum’ah Rohimakumulloh

Marilah kita terus berupaya meningkatkan ketakwaan dan keimanan kita Allah Robbul ‘izzah dengan melaksanakan perintah-perintanya dan menjauhi larang-larangannya. Hanya iman dan takwa yang akan menjadikan kita hamba Allah yang mendapat kedudukan mulia di dunia sampai kelak di akhirat. Allah SWT berfirman dalam Surat Yunus:

الَّذِينَ آَمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآَخِرَةِ (64) [يونس/63، 64]

Artinya: (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan} di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (Surat Yunus 63-64)

Hadirin jama’ah Jum’ah Rohimakumulloh

Bulan Syaban atau familiar di kalangan kita dengan sebutan bulan ruwah itu di sebut oleh Syeh Abdul Qodir Al Jailani dalam kitab Al-Ghunyah denghan sebutan Syahru Shalawat ‘Ala Nabi Sallaahu Alaihi Wa Sallam, bulanya bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Sayyid Muhammad Ibni Abbas Al-Maliki juga memaparkan bahwa firman Allah ayat :

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

Ini diturunkan juga pada bulan Sya’ban. Oleh karena nya, momentum paling tepat memperbanyak sholawat adalah bulan Sya’ban.

اَللّٰهم صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Bulan Syaban merupakan bulan di mana amalan tahunan manusia dilaporkan.

Hal ini sesuai hadits Rasulullah SAW

 أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Usamah bin Zaid dia berkata; Aku bertanya; “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebagaimana engkau berpuasa di bulan Sya’ban?” Beliau bersabda: “Itulah bulan yang manusia lalai darinya; -ia bulan yang berada- di antara bulan Rajab dan Ramadlan, yaitu bulan yang disana berisikan berbagai amal, perbuatan diangkat kepada Rabb semesta alam, aku senang amalku diangkat ketika aku sedang berpuasa.” (Nasai 2317).

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Muslim
20 jam lalu

Niat Puasa Syaban Sekaligus Qadha Ramadhan dan Senin Kamis, Arab dan Artinya

Muslim
1 hari lalu

10 Keutamaan Bulan Syaban dalam Hadits, Nomor 3 Ada Malam Ampunan

Muslim
24 jam lalu

Puasa Syaban Berapa Hari? Dimulai 20 Januari 2026, Ini Bacaan Niat dan Keutamaannya

Muslim
3 hari lalu

Niat Puasa Syaban: Teks Arab dan Artinya Lengkap dengan Keutamaan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal