"Tiap ada momen-momen yang krusial, yang mengerucut, memang mengalami tekanan yang luar biasa terhadap mental. Itu udah pasti ya. Stres depresi tiba-tiba kasusku meningkat lagi, problemnya bukannya makin tenang," ujarnya.
Kuasa hukum Atalarik, Sofyan, mengatakan kerugian yang dialami kliennya selama 11 tahun sengketa tidak hanya berkaitan dengan materi. Menurut dia, ada kerugian immateriil yang sulit untuk dihitung.
"Kalau untuk kerugian itu enggak bisa dirapiin ya, karena ini kan sudah berlangsung lama, 11 tahun. Kerugian materiil mungkin bisa dihitung, tapi immateriil ini kita enggak bisa hitung," katanya.
Meski sempat mengalami tekanan mental, Atalarik bersyukur kondisinya kini sudah pulih. Dia juga mulai melihat adanya titik terang setelah Bawas MA dan DPR RI memberi atensi terhadap kasus sengketa lahannya.
"Mudah-mudahan sampai ke titik terang tersebut, jalan dan selesai. Harapan saya sih ini selesai. Jangan dilihat sayanya artis, tapi ini apabila terjadi dengan kalian atau orang tua kalian," ujar Ata.