Menurut Haykal, tekstur debu yang ditemukan di rumahnya terasa jauh lebih kasar dibandingkan debu yang biasanya menempel di lingkungan rumah.
"Pas saya coba pegang, dan saya lihat, ternyata debunya tuh jauh lebih kasar daripada debu yang biasa ada di rumah saya gitu. Jadi saya pikir kayak, 'Wah, ini kayaknya adalah abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau, deh,'" lanjutnya.
Kecurigaan Haykal semakin kuat setelah dia melihat pemberitaan mengenai erupsi Gunung Anak Krakatau. Salah satu informasi yang menjadi perhatiannya yakni pembatalan sejumlah penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Ketika saya lihat berita, penerbangan di Soekarno-Hatta aja udah sampai dibatalin gitu. Jadi rasanya nih emang sangat mungkin ya nyampe ke Jakarta gitu," ucap Haykal.
Haykal pun menyadari abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau bisa terbawa hingga wilayah Jakarta. Kondisi tersebut membuatnya semakin yakin dengan dugaan terhadap debu yang ditemukan di pekarangan rumah.