"Yang bikin deg-degan itu semalem dok, karena setiap satu jam suster harus periksa detak jantungnya, denyut nadinya terus saturasi nya tensinya. Jadi setiap satu jam tuh harus bolak balik diperiksa. Udah gitu kemarin saturasi nya sempet turun banget di bawah normal 93," kata Sonny Septian.
Sonny Septian yang baru pertama kali merasakan hal tersebut sempat merasa takut kehilangan sang putri. "Ya aku yang baru pertama kali ngalamin ini, panik, takut. Apalagi dokter yang jaga sempet bilang 'pak yang sabar ya' kayak 'hah apa nih maksudnya' deg-degan banget. Rasanya nauzubillahimbidalik takut kehilangan," katanya.
Kendati demikian, dokter mengatakan tak lama lagi Fairuz dan sang putri bisa keluar dari rumah sakit. Namun, dokter menyarankan agar tetap harus istirahat, jangan melakukan istirahat yang berat, karena virus DBD sendiri bisa menyerang.