Selama menjalani persiapan menuju Miss World, Audrey juga mendapatkan banyak pengalaman yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Saat menjalankan proyek Beauty with a Purpose di Sumba, Nusa Tenggara Timur, ia bahkan turun langsung membantu pembangunan fasilitas untuk masyarakat.
"Saya belajar skill-skill baru yang tidak terduga, seperti memasang jendela, mengebor di atap, hingga membantu memasang batu bata. Tahun ini benar-benar menjadi tahun perubahan dan pembelajaran yang sangat cepat bagi saya," ungkapnya.
Menurut Audrey, pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa menjadi Miss Indonesia bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga tentang keberanian untuk terlibat langsung dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Menjelang keberangkatannya ke Vietnam, Audrey juga menyampaikan rasa syukur atas dukungan besar yang terus mengalir dari masyarakat Indonesia. Dukungan itu menjadi penyemangat baginya untuk tampil maksimal di setiap tahapan kompetisi.
"Kadang saya merasa, apakah saya pantas mendapatkan semua cinta dan dukungan itu? Tidak ada kata-kata yang bisa mengungkapkan betapa bersyukurnya saya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin di Miss World untuk membuat negara kita bangga," tuturnya.
Berbekal pengalaman selama lebih dari satu tahun menjalani pembekalan, proyek sosial yang berdampak bagi masyarakat, serta mental yang semakin matang, Audrey optimistis dapat memberikan hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama Indonesia di ajang Miss World 2026.