Batik sendiri dikenal luas di Indonesia sebagai teknik menghias kain menggunakan malam atau lilin untuk membentuk motif. Tradisi batik Indonesia telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada 2009. Namun, teknik pewarnaan perintang atau *resist dyeing* juga dikenal di berbagai negara dengan karakter dan tradisi masing-masing.
Karena itu, penggunaan teknik batik oleh desainer Sri Lanka dalam koleksi internasional dapat menjadi pengingat bahwa teknik tekstil tradisional memiliki ruang untuk terus berkembang melalui interpretasi desain yang berbeda.
Selain Limak by Kamil, Moscow Fashion Week juga menjadi panggung bagi sejumlah brand independen yang ingin memperluas jangkauan pasar. Kehadiran desainer dari berbagai negara memperlihatkan beragam pendekatan dalam mengolah material, budaya, dan gagasan menjadi koleksi busana.
Salah satunya KGL, brand asal India milik desainer Kanika Goyal yang masuk dalam daftar Forbes 30 Under 30. Karya Goyal pernah dikenakan sejumlah selebritas, termasuk Priyanka Chopra Jonas, Deepika Padukone, dan M.I.A. Brand tersebut juga pernah berkolaborasi dengan Adidas Originals.
Dalam koleksi Arc Echo, Goyal mengolah potongan denim yang tidak terpakai menjadi jaket dan celana. Dia juga menghadirkan busana rajut dengan motif mozaik sebagai bagian dari eksplorasi desainnya.