“Berpartisipasi dalam Moscow Fashion Week dapat menjadi platform penting untuk membawa karya desainer Indonesia ke pasar internasional. Lebih dari sekadar tampil di panggung peragaan, ajang ini dapat membantu desainer Indonesia membangun visibilitas di kalangan pembeli internasional, media, distributor, komunitas kreatif, dan calon mitra bisnis,” ujarnya.
Dengan akses ke jaringan industri internasional, desainer berpeluang memperkenalkan identitas karya mereka kepada audiens yang lebih luas. Bagi Indonesia, hal ini membuka ruang untuk mengembangkan kekayaan tekstil dan kerajinan lokal menjadi produk mode yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga daya saing bisnis.
Kehadiran teknik batik dalam koleksi Limak by Kamil di Moskow menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi tekstil dapat hadir dalam eksplorasi mode kontemporer. Tantangan berikutnya bagi industri mode Indonesia adalah memastikan kekayaan serupa dapat dikembangkan menjadi identitas brand yang kuat dan dikenal di pasar global.