dr Adam mengatakan, salah satu manfaat bekam yang cukup sering dilaporkan adalah membantu mengurangi nyeri punggung dan nyeri leher. Terutama pada kasus nyeri kronis yang berlangsung dalam waktu lama.
Tak hanya itu, terapi bekam juga dinilai dapat membantu relaksasi otot serta mendukung proses pengaturan inflamasi atau peradangan di dalam tubuh.
Meski demikian, dr. Adam mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan bekam sebagai pengobatan utama. Menurut dia, terapi tersebut hanya berfungsi sebagai pengobatan tambahan yang melengkapi terapi medis.
“Namun perlu dicatat bahwa kualitas bukti ilmiah bekam hingga saat ini masih terhitung rendah-sedang, dan sifatnya adalah pengobatan tambahan, bukan pengobatan utama apalagi tunggal,” kata Adam.
Dia menjelaskan efektivitas bekam saat ini masih berada pada tingkat rendah hingga sedang. Karena itu, manfaat jangka panjang terapi tersebut masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hasilnya secara ilmiah.
Dr. Adam pun menyarankan masyarakat yang ingin menjalani bekam tetap mengikuti pengobatan medis yang direkomendasikan dokter. Bekam dapat digunakan sebagai terapi pendamping, namun tidak boleh menggantikan penanganan medis yang sudah terbukti efektif.