“Karena klien kami ini tadi menjelaskan trauma dia. Dia jadi trauma untuk live lagi gitu lho. Ini kan berarti ada kerugian materiil juga yang dialami oleh klien kami,” sambungnya.
Pihak Berlliana berharap somasi tersebut mendapat respons yang baik. Namun, apabila tidak ada penyelesaian dalam tenggat yang diberikan, mereka menyatakan siap melanjutkan persoalan sesuai jalur hukum yang tersedia.
Dampak kejadian tersebut, menurut pihak manajemen, juga mulai mengganggu pekerjaan Berlliana. Nanda Persada selaku perwakilan manajemen menyebut tekanan psikis yang dialami Berlliana membuatnya terpaksa membatalkan agenda profesional.
Nanda menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa dianggap selesai hanya dengan permintaan maaf melalui media sosial. Menurutnya, dampak yang dialami Berlliana perlu menjadi perhatian pihak yang bersangkutan.
“Hari ini sebenarnya Berlliana punya kegiatan pekerjaan yang akhirnya dia tidak bisa datang ke acara itu. Karena apa? Ya karena tekanan psikis,” ujar Nanda Persada.