Selain penampilan yang sarat akan budaya, lewat pagelaran ini para desainer juga mengajak penonton untuk mengenakan kain-kain wastra Nusantara terbaiknya. Cara ini adalah paling sederhana dalam mempromosikan “berkain nusantara” dan memperkenalkan narasinya pada dunia.
Memakai busana seperti Ibu Fatmawati, Isyana Sarasvati merasa bersyukur. Terlebih dia tak hanya melantunkan suara emasnya, tapi juga bisa mengenakan kebaya dan busana sunda klasik rancangan Era Soekamto. Musisi lulusan Nanyang Academy of Fine Arts ini bahkan antusias untuk mengenalkan ragam budaya Tanah Air melalui pagelaran mendatang.
“Rasanya senang banget karena aku sebagai generasi muda bisa membangkitkan kembali budaya Indonesia. Suatu kehormatan bisa mengenakan pakaian seperti Ibu Fatmawati, senang banget bisa seolah-olah masuk ke dalam ruhnya, walaupun memang beliau adalah sosok yang tidak akan tergantikan,” kata Isyana belum lama ini.