Dalam utas tersebut, Maia membagikan pemikirannya setelah melihat burung liar mencari makan. Dia mengibaratkan burung yang harus terbang untuk mendapatkan makanan sebagai gambaran bahwa manusia perlu berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Melihat burung liar makan, berpikir bahwa semua makhluk hidup rezekinya ditanggung Allah itu benar. Tapi, burung juga kalau malas terbang, gak bakal dapat makanan," tulis Maia.
Dia kemudian mengaitkan pengamatan tersebut dengan kondisi seseorang yang merasa kekurangan uang. Menurut Maia, keadaan itu seharusnya menjadi dorongan untuk meningkatkan ikhtiar melalui pekerjaan.
"Artinya, kalau kita hidupnya kurang banyak uang, artinya kudu lebih ikhtiar lagi bekerja seperti burung yang terbang sana-sini mencari makanan," lanjutnya.
Maia juga menyinggung kebiasaan bersedekah, baik dalam bentuk uang maupun tenaga. Dia menilai kemalasan bisa membuat rezeki semakin sulit diperoleh, terlebih jika seseorang tidak pernah berbagi kepada sesama.