"Kita malas, ya, rezeki kita seret. Akan seret lagi kalau gak pernah bersedekah (dengan uang atau tenaga)," tulisnya.
Pandangan Maia tersebut justru memancing respons beragam. Sejumlah netizen menilai persoalan kemiskinan tidak bisa semata-mata dikaitkan dengan tingkat kerja keras atau kebiasaan bersedekah.
Ada netizen yang menyoroti dilema masyarakat berpenghasilan rendah ketika harus menentukan prioritas antara memenuhi kebutuhan makan dan menyisihkan uang untuk membantu orang lain.
"Coba balik lg kemari pas udah jatuh miskin sampe buat menyambung hidup harus pake mikir antara sedekah dl atau isi perut sendiri dulu. Sampe situ dl aja, kalo masih keluar negeri pake PJ jgn bahas ini dulu. Nggak nyambung," tulis akun pin***.
Komentar lain menyoroti kemiskinan struktural yang dinilai turut memengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Kritik tersebut menegaskan bahwa kesempatan kerja, lingkungan, dan sistem ekonomi juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan.
"Burung jg kesulitan terbang cari makan kalo hutan nya kebakaran smpe berbulan bulan.. Ngomong bgni sambil keliling desa Portugal mah gampang," tulis akun nov***.