Konsep keberlanjutan juga diterapkan pada ruang eksibisi. Struktur instalasi dibuat menggunakan **100 persen kardus daur ulang** dan dirancang agar dapat dibongkar setelah acara selesai untuk kemudian didaur ulang kembali.
Bagi Nonita, keberlanjutan bukan sekadar tren yang muncul sesaat. Ia berharap praktik tersebut dapat menjadi kebiasaan yang terus berkembang dan diterapkan oleh masyarakat secara lebih luas.
"Para seniman yang terlibat dalam gerakan ‘Renjana Perca’ hari ini adalah para sahabat karya yang telah tumbuh bersama kami selama 17 tahun, mulai dari talenta muda berbakat yang kini telah menjadi nama-nama besar di kancah seni, hingga maestro legendaris seperti Sutjipto Adi," tuturnya.
"Mengikuti standar ekonomi sirkular Eropa, eksibisi ini dirancang bukan sebagai akhir, melainkan awal dari gerakan berkelanjutan yang diadopsi oleh komunitas yang lebih luas," lanjut Nonita.
Renjana Perca tidak hanya mengajak masyarakat melihat bagaimana limbah dapat diolah kembali menjadi material bernilai. Gerakan ini juga memperkenalkan gaya hidup berkelanjutan melalui berbagai aktivitas komunitas.