Beruntung, Bubah berhasil selamat dari kecelakaan tersebut. Ia bersyukur masih diberi kesempatan untuk kembali berkumpul bersama orang-orang yang dicintainya dan melanjutkan berbagai impian yang belum tercapai.
"Alhamdulillah, Allah masih memberi saya kesempatan untuk pulang, memeluk orang-orang yang saya sayangi, dan melanjutkan mimpi yang belum selesai," tulisnya.
Peristiwa itu disebut menjadi pengingat bahwa hidup dapat berubah hanya dalam hitungan detik. Menurutnya, tidak ada seorang pun yang tahu kapan momen terakhir bersama orang terdekat akan terjadi.
"Peristiwa ini mengingatkan saya bahwa hidup tidak pernah bisa ditunda. Kita tidak pernah tahu pelukan mana yang terakhir, pertemuan mana yang terakhir, atau kata maaf yang tak sempat terucap," katanya.
Pengalaman tersebut juga membuat Bubah melakukan refleksi mendalam. Ia menyampaikan permintaan maaf kepada siapa pun yang mungkin pernah tersakiti oleh perkataan, sikap, maupun keputusan yang pernah diambilnya.