"Bukan insecure ya, tapi kepengin happy aja. Karena aku turun berat badan lumayan banyak dalam waktu berapa tahun terakhir ini, sehingga aku merasa sepertinya jadi kurang harmonis lagi bentuknya. Dan juga tentunya karena bertambahnya usia, banyak anggota tubuh kita yang pasti berubah, entah bentuknya, kekencangannya, dan lain sebagainya," katanya.
Mengenai prosedur yang dijalaninya, pemilik nama lengkap Denada Tambunan ini mengungkapkan bahwa dokter mengombinasikan implan silikon dengan transfer lemak tubuh.
"Implannya 350 cc, tapi juga dimasukin body fat juga. Jadi body fat di sebelah kanan kiri, lalu di belakang juga dikasih body fat, tapi di belakang ada implannya 350 cc," ujarnya.
Denada mengaku melakukan riset panjang sebelum memutuskan menjalani operasi di Turki. Dia menyadari BBL merupakan salah satu prosedur bedah kecantikan yang memiliki risiko medis tinggi.
"Ini sebenarnya aku risetnya lama banget, riset yang amat panjang sekali. Pertama, karena BBL ini adalah prosedur yang risikonya sangat amat tinggi. Dan kalau untuk daerah pinggul dan bokong, salah satu yang paling berpengalaman adalah Turki dan Dubai. Aku memutuskan di Turki dengan dr Furkan, karena aku punya beberapa teman yang sudah pernah melakukan prosedur yang sama dengan beliau, jadi aku udah pernah lihat hasilnya," katanya.