"Awalnya dia sakitnya cuma maag. Begitu ke dokter, ternyata dokter bilang ada stroke. Akhirnya disarankan opname di Rumah Sakit Tarakan selama 10 hari," tuturnya.
Selama menjalani perawatan, kondisi Diding sempat menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Ia bahkan sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit sekitar tiga hari sebelum meninggal dunia. Saat itu, kesehatannya mulai membaik dan sudah bisa kembali berjalan.
Sayangnya, kondisi tersebut tidak bertahan lama. Pada malam sebelum wafat, pernapasan Diding mendadak mengalami gangguan hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin pagi.
"Tadi pagi saya selesai salat Subuh, dikasih tahu lagi, Bapak sudah meninggal. Dia meninggal jam 06.04 WIB," kata Zainal.