“Dia mem-bully keluarga aku. Dia bilang katanya, ‘Oh si Dewi ini enggak ada apa-apanya’, meremehkan usahaku,” ujar Dewi.
Dewi mengaku perlakuan tersebut berdampak terhadap kondisi mentalnya. Dia menyebut tekanan yang dialami membuat persoalan tersebut menjadi beban tersendiri.
“Jadi lebih kepada memang personal, tapi dari yang awalnya dia mem-bully bersama teman-temannya dia yang selevel sama dia, endingnya apa? Jadilah trauma, beban mental,” ujar Dewi.
Dewi pun memilih mengawal persoalan tersebut melalui jalur hukum. Dia berharap langkah yang ditempuhnya tidak dianggap sebagai upaya mencari sensasi atau pansos.
Bagi Dewi, laporan tersebut merupakan buntut dari persoalan pribadi yang berkembang hingga membuat dirinya merasa dirugikan. Dia memilih mengikuti proses hukum untuk mendapatkan penyelesaian atas masalah yang terjadi.