Terkait isi somasi balik yang akan diajukan, Clara menegaskan langkah tersebut bertujuan membantah berbagai tuduhan yang diarahkan kepadanya. Dia juga menyinggung dukungan dari sejumlah praktisi hukum atas tindakan yang sempat dia lakukan di media sosial.
"Kalau somasi balik menjawab bantahan pastinya. Saya tidak mau membenarkan diri saya meskipun orang bilang saya korban, enggak seperti itu juga. Saya itu ada kesalahan mungkin mem-posting, tapi ternyata hukum ini juga banyak lawyer-lawyer yang sedang mendukung saya dan mengatakan bahwa sebenarnya hukum itu tidak se-strict itu gitu loh. Mereka juga bisa memandang perbuatan saya ini karena ada tindakan kejahatan sebelumnya loh," ujarnya.
Saat disinggung soal nilai tuntutan dalam somasi balik, Clara menegaskan tidak berfokus pada keuntungan materi. Dia hanya ingin mendapatkan keadilan atas apa yang dirasakan serta menjaga keutuhan keluarganya.
"Tuntutan saya itu kalau untuk delik hukumnya saya itu kurang paham. Tapi saya sih nuntut yang sewajarnya saya aja sih dengan posisi saya gitu, yang maksudnya saya merasa dirugikan gitu. Dan saya tidak mau take benefit mencari keuntungan, saya enggak perlu itu. Sebenarnya saya cuma butuh keluarga saya utuh aja sih," ujarnya.
Di sisi lain, persoalan ini turut berdampak besar terhadap kondisi psikologis Clara. Dia mengaku mengalami trauma mendalam yang berujung pada retaknya hubungan rumah tangga.
"Kalau trauma pastilah, hilangnya kepercayaan terhadap suami itu juga menjadi salah satu alasan saya untuk berpisah gitu. Karena dilanjutkan lagi juga saya sudah enggak percaya. Setiap kali dia mau pergi ke mana saya deg-degan, setiap kali masuk ya deg-degan aja, jadi trauma lah pasti," katanya.