"Mulai dari mencuri waktu di akhir pekan atau libur panjang, hingga terbang di Jumat malam dan pulang kembali di Minggu sore agar langsung dapat bekerja di Senin pagi. Namun, saya sangat menikmati dan mensyukurinya," tuturnya.
Kisah dr. Timothy menjadi inspirasi bahwa mimpi besar dapat diwujudkan tanpa harus mengorbankan karier profesional. Kedisiplinan, manajemen waktu, dan keberanian keluar dari zona nyaman menjadi kunci keberhasilannya menjelajahi dunia.
Meski telah mencatatkan prestasi yang sulit ditandingi, perjalanan dr. Timothy belum berakhir. Kini ia memiliki dua target baru yang tak kalah ambisius, yakni mengunjungi seluruh provinsi di Indonesia dan menjadi orang Indonesia pertama yang menaiki 200 maskapai penerbangan berbeda di dunia.
Saat ini, ia masih menyisakan enam provinsi yang belum dikunjungi, sebagian besar berada di wilayah Papua. Selain itu, ia juga tinggal membutuhkan delapan maskapai penerbangan lagi untuk mewujudkan target berikutnya.