JAKARTA, iNews.id - Mantan asisten rumah tangga (ART) Erin Taulany, Herawati, baru saja menjalani pemeriksaan polisi atas laporannya terkait dugaan penganiayaan yang dilakukan sang majikan di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (4/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Hera yang didampingi tim kuasa hukum dan pihak yayasan penyalur, menjalani pemeriksaan selama sekitar tiga jam dengan 20 pertanyaan. Ia kemudian tak sungkan membeberkan kronologi kejadian nahas yang menimpanya pada 28 April lalu.
Puncak kemarahan Erin rupanya dipicu karena masalah sepele saat ia sedang membersihkan sofa. Erin disebut marah besar karena melihat gorden kamar anaknya tidak dibuka dan pintu kamar mandi tertutup.
"Sapu lidi itu diambil sama dia, dipukul kepala saya pakai gagangnya. Pertama satu kali, terus dia maki-maki saya," ungkap Hera usai pemeriksaan pada Senin (4/5/2026).
Tak berhenti di situ, Hera juga mengaku mendapatkan kekerasan fisik lainnya saat ia sedang dalam posisi jongkok. Ironisnya, tindakan itu dilakukan saat terlapor sedang mengenakan pakaian ibadah.
"Paha saya ditendang. Saya jongkok di depan dia terus ditendang kepala saya. Itu dia pakai mukena salat Ashar, nendang saya," tambahnya dengan nada getir.
Kekerasan tersebut meninggalkan bekas luka fisik dan trauma mendalam bagi Hera. "Kepala saya sakit, pusing, terus habis dicakar kan perih gitu butuh istirahat. Saya masih trauma," kata Hera.