Keputusan itu mendapat dukungan penuh dari keluarga serta manajemennya. Fariz merasa kini adalah waktu yang tepat untuk fokus memperbaiki diri dan memperdalam ibadah tanpa gangguan dunia maya.
"Kemarin juga selama di diklat (ditahan) saya nggak pegang handphone kan. Ternyata enak gitu. Lebih merasa tentram, amat sangat tentram," ujarnya.
Senada dengan Fariz, kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, menyebut langkah kliennya sebagai bentuk pertobatan yang nyata. Dia mengatakan keputusan menjauh dari ponsel dan media sosial menjadi simbol komitmen Fariz untuk tidak lagi terpengaruh arus pergaulan yang negatif.
"Kenapa nggak pegang handphone? Itulah salah satu bentuk pertobatannya. Nggak mau terdistorsi lagi dengan yang mainstream lah," kata Deolipa.