Mereka menjelaskan sang anak sedang tidur ketika ditinggalkan. Orang tua tersebut mengaku telah menitipkan balita itu kepada seorang teman yang mendirikan tenda bersebelahan.
Namun, ketika balita terbangun dan menangis, teman yang dititipi disebut justru tertidur. Orang tua tersebut juga meminta agar video anak mereka segera dihapus.
Penjelasan itu turut ditanggapi Fiersa. Dia menilai alasan menitipkan anak kepada orang lain yang kemudian tertidur tidak membenarkan keputusan meninggalkan balita di dalam tenda.
“Sempat lihat penjelasannya, katanya menitipkan pada kawannya, dan kawannya ketiduran. Tetap bloon aja menurut saya mah (mohon maaf),” tulis Fiersa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki agar mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Mencapai puncak bukan satu-satunya tujuan pendakian, terlebih ketika membawa anak-anak. Tanggung jawab terhadap keselamatan mereka harus tetap menjadi prioritas utama.