Menariknya, beberapa jam setelah kejadian, Elryan menyebut Eza sempat mengirimkan pesan berisi permintaan maaf. Namun, permintaan maaf tersebut tidak membuat Elryan mengurungkan niat membawa persoalan itu ke ranah hukum.
Bahkan, Elryan menegaskan dirinya sudah menutup pintu komunikasi dengan Eza. Ia mengatakan laporan tersebut ditempuh bukan semata-mata karena persoalan pribadi, tetapi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Di jam 5 itu dia minta maaf sih. Tapi ya saya ngelaporin ini sekali lagi untuk pihak dia tuh biar jera lah, ada hukum jera, biar dia nggak sembarangan untuk ke depannya. Kalau saya nggak ngelaporin ini ya bisa saja terjadi (lagi) kan, kita nggak tau, ya. Mungkin nanti setelah saya bikin laporan ini semoga dia bisa jadi lebih baik lah,” tegasnya.
Kasus ini semakin menjadi perhatian karena Elryan mengaku telah mengenal Eza selama sekitar 11 tahun. Meski demikian, hubungan pertemanan tersebut tidak membuatnya memilih berdamai begitu saja.
Untuk proses selanjutnya, Elryan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada kepolisian. Ia juga memastikan terdapat sejumlah bukti yang dapat membantu penyidik mengungkap kejadian tersebut.
Salah satunya adalah rekaman CCTV di lokasi kejadian. Selain itu, terdapat seorang saksi yang disebut berada di tempat kejadian perkara (TKP).
“CCTV ada, nanti diperiksa sama pihak kepolisian. Saksi baru satu ya, yang pas di TKP. Mungkin setelah hari ini, satu atau dua hari ini setelah pemeriksaan di tempat kejadian perkara, nanti mungkin bisa dipanggil Ezanya,” pungkas Elryan.