Tasyi sama sekali tidak menaruh curiga kepada karyawannya. Sampai sebuah kejadian tak terduga akhirnya membuka semuanya.
Tasyi mengungkap seluruh timnya menggunakan iMac yang sama untuk login email. Suatu malam, salah satu anggota timnya tiba-tiba mendapatkan notifikasi email milik karyawan yang diduga sebagai pelaku di ponselnya.
Isi notifikasi tersebut memperlihatkan adanya transaksi penjualan barang.
Awalnya mungkin terlihat seperti transaksi biasa. Namun, ketika diperiksa lebih lanjut, barang yang tertera dalam transaksi ternyata adalah sepatu milik Tasyi yang sebelumnya hilang.
Seketika, anggota tim Tasyi mulai menelusuri email tersebut. Saat di-scroll, mereka menemukan lebih banyak bukti transaksi. Satu per satu transaksi yang sebelumnya tidak diketahui mulai terungkap.
Dari sinilah dugaan penjualan barang-barang branded milik Tasyi yang selama ini hilang mulai terbongkar.