Selain ukuran bayi, proses persalinan yang berlangsung lama juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai. Semakin lama bayi berada di dasar panggul selama proses mengejan, semakin besar kemungkinan terjadinya kerusakan pada otot dan jaringan pendukung di area tersebut.
Meski demikian, risiko gangguan dasar panggul bukan berarti tidak dapat dicegah. Dokter Yeni menekankan pentingnya menjalani pemulihan pascamelahirkan secara optimal, termasuk dengan menjaga asupan nutrisi, mendapatkan waktu istirahat yang cukup, serta melakukan latihan penguatan otot dasar panggul dan otot inti tubuh.
"Jadi, mengembalikan lagi otot-otot perut depan, bagian belakang maupun dasar panggulnya, dikembalikan lagi seperti apa,” jelasnya.
Menurut dia, banyak perempuan berhasil terhindar dari gangguan dasar panggul karena disiplin menjalani proses pemulihan setelah melahirkan. Oleh sebab itu, menjaga jarak kehamilan menjadi langkah penting agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk kembali pulih.
Jika kondisi tubuh setelah melahirkan belum sepenuhnya pulih dan kehamilan berikutnya terjadi terlalu cepat, risiko terjadinya gangguan dasar panggul akan semakin besar. Karena itu, perempuan disarankan tidak terburu-buru merencanakan kehamilan berikutnya.
"Jadi memang hamil satu benerin dulu (pulih total), baru hamil lagi," pungkas dr Yeni.