Mawa juga disebut menanyakan kesiapan Inara menerima kekurangan Insanul apabila pernikahannya dengan Mawa berakhir.
Bagi Inara, percakapan tersebut menunjukkan ketiganya telah mengetahui pembahasan mengenai poligami. Dia menilai komunikasi itu menjadi bagian dari komitmen yang mereka pahami saat itu.
"Di sini posisinya saya sudah tahu bahwa kami bertiga sama-sama mengetahui bahwa sudah komit untuk melakukan syariat poligami," ucapnya.
Mengenai izin poligami, Inara mengaku memahami persoalan tersebut berdasarkan ilmu agama yang dipelajarinya melalui manhaj salaf bersama para gurunya. Menurutnya, komitmen yang disampaikan secara lisan sudah dianggap sebagai bentuk persetujuan dalam konteks pemahaman agamanya.
"Ketika sudah ada komitmen dalam rumah tangga untuk melaksanakan syariat poligami, itu sudah termasuk izin," katanya.